Kembangkan Kualitas dan Digitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi di Indonesia, Dosen Politeknik Bosowa

Dosen Politeknik Bosowa (Poltekbos)turut menjadi bagian dari tim penyusunan usulan kebijakan transformasi digital pendidikan tinggi vokasi di indonesia sebagai dokumen luaran dari kegiatan short course transformasi digital pendidikan vokasi yang dilaksanakan di Queensland University of Technology, Australia. Kami menggadangkan transformasi digital di bidang pembelajaran jarak jauh yang komprehensif dan sesuai dengan kultur pendidikan vokasi yang berorientasi pada model 70% praktek dan 30% teori, kami mengusulkan kebijakan untuk melakukan peningkatan fitur pada sistem SPADA Indonesia yang telah ada saat ini agar dibuatkan sistem LMS khusus untuk pendidikan vokasi sehingga prinsip 70/30 dalam pendidikan jarak jauh juga dapat diselenggarakan.

 

Berbicara mengenai pengembangan kampus vokasi di era digital, khususnya Politeknik Bosowa, saat ini dapat dikatakan telah berada di rata-rata digitalisasi nasional, melalui penerapan konsep paperless education model sehingga seluruh tugas dan penyampaian dokumen perkuliahan diberikan melalui platform digital.

 

Pengaplikasian dari kebijakan yang diusulkan akan terlebih dahulu diterapkan di level program studi, kemudian akan dievaluasi tingkat keberhasilan dan pengaplikasiannya sebelum dilakukan penjajakan kembali bersama dengan stakeholder yang ada di tingkat pemerintahan.

 

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kebijakan tersebut, seperti kesiapan infrastruktur pendukung digitalisasi pendidikan, semisal gawai cerdas dan akses internet dan listrik di area kampus maupun di area tempat tinggal mahasiswa. Selain itu, faktor lain seperti kesiapan mahasiswa dan pengajar dalam transformasi pendidikan digital juga menjadi hal penting yang diperhatikan di dalam penyusunan dokumen kebijakan ini.

 

Untuk saat ini, di tingkat program studi teknik mekatronika telah dicoba pada beberapa mata kuliah di semester genap 2023/2024, uji coba awal yang dilakukan adalah dengan menerapkan sistem OER di dalam pembelajaran, termasuk penilaian berbasis digital assesment. Jika hasil evaluasi dari penerapan ini dimaknai sebagai hasil yang memuaskan, maka untuk semester ganjil 2024/2025 akan diupayakan untuk diterapkan secara luas di Politeknik Bosowa

 

 

Selain membahas mengenai transformasi digital pendidikan vokasi melalui aplikasi LMS dan OER, kami juga membahas mengenai kesiapan SDM yang berdampak langsung pada kebijakan ini, kami menyadari bahwa untuk memaksimalkan pelaksanaan digitalisasi pendidikan vokasi maka diperlukan faktor pendukung lain terkait dengan SDM yang menjadi aktor utama di dalam implementasi tersebut, seperti bagaimana kami akan merancang model pelatihan untuk pengajar dan peserta didik dalam menggunakan LMS dan OER yang disediakan, serta bagaimana kami memberi pelatihan kepada pengajar terkait bagaimana menghasilkan sebuah materi pembelajaran digital yang menarik dan efektif untuk pembelajar usia dewasa